Pengaruh Edukasi Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pendidikan Seksualitas Pada Remaja Di SMPN 18 Padang Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.59435/gjik.v4i2.2097Keywords:
Media audiovisual, Pengetahuan, pendidikan seksualitas, remajaAbstract
Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada remaja karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya edukasi membuat remaja rentan terhadap informasi keliru, perilaku seksual berisiko, dan kekerasan seksual. Data KPAI menunjukkan 53% kasus kekerasan seksual dialami remaja, sedangkan DP3AP2KB tahun 2024 mencatat 35,6% kasus serupa. Data awal di SMPN 18 Padang juga menemukan 70% siswa belum memahami pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja di SMPN 18 Kota Padang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 35 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 14–21 April 2025 menggunakan kuesioner dan media audiovisual, kemudian dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,23 sebelum edukasi menjadi 12,23 setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas, sehingga sekolah disarankan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran.
References
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. (2024). Statistik kesejahteraan rakyat Provinsi Sumatera Barat tahun 2024. Padang: BPS Sumatera Barat.
Gekarsa, R., & Pratiwi, D. (2024). Pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan remaja sekolah menengah pertama. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(2), 112–119.
Indriani, L., Sari, M., & Wahyuni, D. (2023). Efektivitas media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 45–52.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2023). Data kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia tahun 2023. Jakarta: KPAI.
Lestari, N., & Hidayati, R. (2022). Pengaruh edukasi kesehatan reproduksi berbasis video terhadap pengetahuan remaja tentang pubertas. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(3), 185–192.
Pagarra, H., & Idrus, M. (2022). Penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan hasil belajar kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(2), 98–105.
Rahmawati, A., & Fitriani, E. (2021). Peningkatan pengetahuan remaja melalui pendidikan kesehatan reproduksi berbasis media video. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), 67–74.
Sari, D., & Yuliana, N. (2024). Efektivitas multimedia interaktif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(1), 23–31.
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2024). Adolescent health and well-being global report 2024. New York: UNICEF.
Wirastri, N., & Putri, S. (2023). Pengaruh penyuluhan menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 140–148.
Yuningsih, R., & Astuti, W. (2023). Peran sekolah dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 12(1), 55–62.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Sherly Adrianti, Syalvia Oresti, Rischa Hamdanesti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












