Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea

Authors

  • Nuryani Universitas Yatsi Madani
  • Miftachul Indriani Universitas Yatsi Madani
  • Meilinda Anisa Dewi Universitas Yatsi Madani
  • Mella Sari Dwi Astuti Universitas Yatsi Madani
  • Lulu Eka Nanda Universitas Yatsi Madani
  • Mochamad Ziyad Zulkarnaen Universitas Yatsi Madani

DOI:

https://doi.org/10.59435/gjik.v3i2.1738

Keywords:

Mobilisasi Dini

Abstract

Latar Belakang : Melahirkan adalah proses mengeluarkan produk konsepsi yang meliputi janin, plasenta dan cairan ketuban, dari rahim melalui jalan lahir dan perut. Proses melepaskan janin dan urin sebagai produk konsepsi dari rahim atau metode lain di kenal sebagai persalinan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Metode Penelitian : Metode penelitian dengan design quasy eksperiment dengan melakukan eksklusi dan inklusi terhadap penelitian yang akan dimasukkan dalam systematic review berdasarkan kualitas. Hasil Penelitian 14 jurnal menunjukkan bahwa penyembuhan luka sectio Caesarea  di pengaruhi oleh mobilisasi dini yang dilakukan pada ibu post Sectio  Caseraea di prngaruhi oleh Mobilisasi dini yang dilakukan oada ibu post Sectio Caesarea  dapat mempercepat proses penyembuhan luka operasi Sectio Caesarea. Kesimpulan : membantu pasien merasa lebih baik, merasa lebih sehat, dan membantu mempercepat penyembuhan luka operasi serta meningkatkan fungsi usus dan kandung kemih.

References

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2020). Prevalensi Persalinan SC di Provinsi Gorontalo.

Febiantri, N., & Machmudah, M. (2021). Penurunan Nyeri Pasien Post Sectio Caesarea Menggunakan Terapi Teknik Relaksasi Benson. Ners Muda, 2(2), 31. https://doi.org/10.26714/nm.v2i2.6239

Garcia, A. R., Filipe, S. B., Fernandes, C., Estevão, C., & Ramos, G. (n.d.). Hubungan Mobilisasi Dini dengan Penyembuhan Luka Jahitan pada Ibu Nifas Post Operasi Sectio Caesarea.

Irsi Hajar Aflahah , Husnul Khotimah, Novela Eka Candra Dewi. (2024). Mobilitas Fisik Menggunakan Mobilitas Fisik Pada Ny . E Dengan ( Sc ) Di Ruangan Peristi Ibu. Indonesian Journal of Science, 454-460.

Luh, A. Agung, Made, K. (2024). Hubungan Mobilisasi Dini terhadap Penyembuhan Luka Sectio Caesarea Diruang Nifas Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 69-74. Vol.8, No.1. DOI: https://doi.org/10.37294.

Melani, M., Hernayanti, M. R., & Noviawati, D. (2023). Hubungan Mobilisasi Dini dengan Penyembuhan Luka Post Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana, 6(1), 99–106. https://doi.org/10.32524/jksp.v6i1.811

Nurani, I. A., Huda, M. H., & Argarini, D. (2024). Analisis Efektifitas Penerapan Enhanced Recovery After Cesarean Section (Eracs) Terhadap Nyeri Dan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post-Sc Di Rs Hermina Jatinegara. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan Nasional, 1(2), 23–30. https://doi.org/10.47313/jkkn.v1i2.3158

Pujiwati. (2023). Pengaruh Metode Eracs Terhadap Mobilisasi Pasien Post SectioCaesaria Di Rumah Sakit Umum Kartini Jakarta. Jurnal Riset Ilmiah, Vol.2 No.5.

Rangkuti. (2023). Hubungan Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea Dengan Proses Penyembuhan Luka Operasi Di RSUD Pandan. Jurnal Education and development, Vol.11 No.1.

Resdelita, M. (2022). Efektifitas Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Sectio Caesarea (Sc) Di Rs Dr. Drajat Prawiranegara (Rsdp). 13, 241–247.

Singh, N., Pradeep, Y., & Jauhari, S. (2020). Indications and determinants of cesarean. International Journal of Applied and Basic Medical, 10(4), 280. https://doi.org/10.4103/ijabmr.IJABMR_3_20.

Yuli S,Vera Y, Fyzria Q, Sri E. (2024). Mobilisasi Dini Untuk Penyembuhan Luka Post Operasi Sectio Caesarea . Jurnal Kesehatan dan Pembangunan , 170-175. Vol.14, No.27.

Published

2025-08-23

How to Cite

Nuryani, Miftachul Indriani, Meilinda Anisa Dewi, Mella Sari Dwi Astuti, Lulu Eka Nanda, & Mochamad Ziyad Zulkarnaen. (2025). Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 106–113. https://doi.org/10.59435/gjik.v3i2.1738