Hubungan Paparan Debu Dan Kepatuhan Penggunaan Masker Terhadap Kesehatan Paru-Paru Pada Pekerja Pabrik Industri Pembuatan Toren Air Di Ds. Klebet Kp. Pabuaran RT/004 RW/002 Kec. Kemiri
DOI:
https://doi.org/10.59435/gjik.v4i2.2270Keywords:
Paparan DebuAbstract
Pendahuluan : Penyakit sistem pernapasan masih menjadi masalah kesehatan di dunia. World Health Organization (WHO) 2025 melaporkan bahwa penyakit pernapasan kronis menyebabkan hampir 400.000 kematian setiap tahun di wilayah Eropa, dengan 80% kematian disebabkan oleh PPOK, Di Indonesia, paparan debu di lingkungan kerja dan rendahnya kepatuhan penggunaan masker merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan paru-paru.Tujuan: Mengetahui hubungan paparan debu dan kepatuhan penggunaan masker terhadap kesehatan paru-paru pada pekerja pabrik industri pembuatan toren air di Desa Klebet Kampung Pabuaran RT/004 RW/002 Kecamatan Kemiri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 115 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan debu, kepatuhan penggunaan masker, dan kesehatan paru-paru. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan nilai signifikan (p=0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Paparan debu tinggi ditemukan pada 65,2% responden, ketidak patuhan penggunaan masker sebesar 42,6% dan kesehatan paru-paru kategori sedang sebesar 48,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan Terdapat hubungan signifikan antara paparan debu dengan kesehatan paru-paru (p=0,038) serta kepatuhan penggunaan masker dengan kesehatan paru-paru (p=0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi paparan debu dan semakin rendah kepatuhan penggunaan masker, maka semakin besar risiko terjadinya gangguan kesehatan paru-paru pada pekerja. Upaya pengendalian debu dan peningkatan kepatuhan penggunaan APD diperlukan untuk menjaga kesehatan paru-paru pekerja.
References
Adriana Maldonado-Franco, L. F.-C.-Q.-R. (2023). The Challenges Of Spirometric Diagnosis of COPD. HIndawi Canadian Respiratiry Journal, 10-12.
Ainurrazaq, M. H. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pernafasan pada pekerja batu bata di Desa Talang Belido Kecamatan Sungai Delam Kabupaten Muaro Jambi tahun 2021. Jurnal Inovasi Penelitian, 3927-3932.
Andi Pratama Putra, S. M. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Pemakaian Masker Dengan Keluhan Gangguan Pernapasan Pada Pekerja Pabrik Pengolahan Gula Merah di Desa Blang Mancung . Jurnal Promotif Preventif, 1358-1363.
Armiyanti., M. S. (2021). ampak debu organik serbuk kayu terhadap penyakit paru obstruktif akibat kerja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada,, 713–718.
Arthur C. Guyton, J. E. (2021). Guyton and Hall textbook of medical physiology. Philadelphia Elsevier., 471–489.
Azham Umar Abidin, N. H. (2021). Hubungan paparan debu dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri. urnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 45–52.
Bratandhary, S. &. (2022). Faktor Risiko Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja dengan Paparan Debu Industri. Journal of Public Health Research and Development, 85–94.
Damayanti, R. S. (2023). Faktor yang berhubungan dengan gangguan pernapasan pada pekerja yang terpapar debu di PT. Antam Tbk. UBPN Kolaka. Window of Public Health Journal, 755-765.
Darnoto, O. &. (2026). Hubungan Debu Lingkungan Kerja Terhadap Gangguan Pernapasan Pada Karyawan. Jurnal ilmu Kesehatan Masyarakat Tambusan, 173-180.
Enggar Pradipta, S. D. (2023). Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Pernapasan Dengan Keluhan Gangguna Pernapasan Di Aria Mebel Surakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB), 50-62.
Handika, R. (2022). Hubungan paparan debu dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat,. Universitas Muhammadiyah Surakarta., 12–15).
ILO. (2022, april 29). Pneumoconiosis and occupational lung disease. Diambil kembali dari International Labour Organization: https://www.ilo.org/resource/prevention-pneumoconioses-caused-fibrogenic-mineral-dust
Kemenkes. (2023, september 25). Pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Diambil kembali dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: https://www.kemkes.go.id
Kirsi Koskela, L. L. (2024). The prevalence of respiratory symptoms and diseases and declined lung function among foundry workers. Journal of Occupational Medicine and Toxicology, 19-40.
Linardita Ferial, L. F. (2021). KONSENTRASI PARTICULATE MATTER (PM10) DAN GEJALA PERNAPASAN YANG DIALAMI PEKERJA PABRIK SEMEN 'X', KOTA CILEGON-BANTEN. JURNALIS, 26222-4984.
Nine Elissa Maharani, N. A. (2022). Hubungan Paparan Debu dengan Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Penggilingan Padi di Kecamatan Jumantoro District Karanganyar District. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB), 73-77.
Notoatmodjo, S. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sarwono, S. Y. (2021). Hubungan Penggunaan APD Masker terhadap Risiko Gangguan Pernafasan ISPA pada Pekerja Industri Pengolahan Kayu di Wadaslintang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 141–147.
Triyana Sari, A. H. (2025). Optimalisasi Fungsi Paru Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Spirometri Pada Masyarakat Usia Produktif. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan , 10-16.
WHO. (2025, march 24). Lung health. Diambil kembali dari World health oeganization: https://www.who.int/health-topics/lung-health
Winarti, N. (2022). Hubungan paparan debu dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15–123.
Yati, M. (2023). Hubungan kadar debu (PM10) dengan kejadian ISPA pada industri mebel kayu di Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang. Jurnal Kesehatan Lingkungan,, 101–108.
Yunita Primasanti, V. D. (2022). Analisis paparan debu pada departemen pemintalan benang PT. PBTS. jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI), 14–20.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Nur Cahyani, A.Y.G Wibisono, Ida Fardiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












