Analisis Pengaruh Pola Tidur Dan Aktivitas Fisik Terhadap Status Gizi Remaja Di SMAN 16 Samarinda Dan SKOI KALTIM
DOI:
https://doi.org/10.59435/gjik.v4i2.2263Keywords:
Status gizi, Pola Tidur, Aktivitas fisik, Remaja, Indeks massa tubuhAbstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan pertumbuhan, perkembangan, dan gaya hidup, termasuk pola tidur dan aktivitas fisik yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan status gizi remaja kelas XI di SKOI Kaltim (sistem asrama) dan SMAN 16 Samarinda (non-asrama) berdasarkan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas/LILA) serta hubungannya dengan pola tidur dan aktivitas fisik. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional komparatif dengan pendekatan kuantitatif pada 60 responden (30 siswa/siswi tiap sekolah) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner Google Form, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (61,7%) memiliki status gizi baik, sedangkan sisanya mengalami gizi kurang (3,3%), overweight (18,3%), dan obesitas (16,7%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi olahraga (p=0,933), durasi olahraga (p=0,372), rata-rata waktu tidur (p=0,959), keteraturan waktu tidur (p=0,135), maupun rasa segar setelah bangun tidur (p=0,575) dengan status gizi. Uji Independent Sample T-test juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan status gizi berdasarkan IMT (p=0,501) maupun LILA (p=0,910) antara siswa/siswi SMAN 16 Samarinda dan SKOI Kaltim. Dapat disimpulkan bahwa jenis sistem sekolah, pola tidur, dan aktivitas fisik pada penelitian ini tidak berhubungan signifikan dengan status gizi remaja, sehingga faktor lain seperti pola konsumsi makan perlu menjadi perhatian utama.
References
Charina, M. S., Sagita, S., Koamesah, S. M. J., & Woda, R. R. (2022). Hubungan pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cendana. Cendana Medical Journal, 23(1), 197–204.
Daniati, L. (2020). Hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SMP Negeri 1 Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 1(2), 193–198. https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i2.100
Dewi, R. D. C., Utami, C. D., & Cahyaningrum, D. G. (2022). Sosialisasi informasi gizi remaja dalam meningkatkan kesehatan di masa pandemi Covid-19 terkait anemia dan diet rendah serat di Desa Sembungan Kasihan Bantul Yogyakarta. J-Abdi, 2(1), 3763–3768.
Husnah, R., & Salsabila, I. (2021). Penyuluhan tentang pengetahuan remaja terhadap asupan gizi. Initium Community Journal, 1(1), 1–4.
Isni, K., & Dinni, S. M. (2020). Pelatihan pengukuran status gizi balita sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini pada ibu di Dusun Randugunting, Sleman, DIY. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(1), 60. https://doi.org/10.20956/pa.v4i1.7299
Khoerunisa, D., & Istianah, I. (2021). Hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja. Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan, 2(1), 51–61. https://doi.org/10.54771/jakagi.v2i1.236
Mufidah, R., & Soeyono, R. D. (2021). Pola makan, aktivitas fisik, dan durasi tidur terhadap status gizi mahasiswa Program Studi Gizi Unesa. Gizi Unesa, 1(1), 60–64.
Putri, D. A. M., Safitri, D. E., & Maulida, N. R. (2022). Hubungan asupan gizi makro, frekuensi olahraga, durasi menonton televisi, dan durasi tidur dengan status gizi remaja. Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan, 2(2), 24–36.
Rumida, & Doloksaribu, T. H. (2021). Kebutuhan zat gizi pada remaja.
Sandala, T. C., Punuh, M. I., & Sanggelorang, Y. (2022). Gambaran pengetahuan tentang anemia gizi besi pada remaja putri di SMA Negeri 3 Manado. Jurnal KESMAS, 11(2), 176–181.
Setiawati, F. S. (2019). Hubungan pengetahuan tentang gizi seimbang, kebiasaan olahraga, durasi tidur, peer influence, intensitas penggunaan media sosial, dan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi remaja di SMAN 6 Surabaya [Skripsi, Universitas Airlangga].
World Health Organization. (2000). Obesity: Preventing and managing the global epidemic. Report of a WHO consultation on obesity. WHO.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Farah Aulia, Angelica Elvira Anggraeni, Evana Dhiyalanni, Farah Aulia, Haura Tamara Karin K., Marcella Mandy Selanno, Mely Sariyati, Rinda Rahma Sari, Sri Rahmayanti, Wanda Dila Vionita, Fahrul Rozi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












