Memiliki Pemahaman Dan Wawasan Mengenai Anak Berkebutuhan Khusus
Main Article Content
Nabilah Syarifah
Neng Eris Sundari
Fazila
Fitri Rahma Dini
Siti Rahma Dini
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional,mental,intelektual atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan inklusi adalah secara penuh dalam kegiatan memungkinkan semua anak berkesempatan untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan kelas reguler,tanpa memandang kelainan, ras,atau karkteristik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengertian, karakteristik, Pelayanan belajar anak ADHD. Metode studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penting bagi guru maupun orang tua untuk mengetahui dan mengidentifikasi kondisi anak mereka. Namun, masih diperlukan peningkatan upaya seperti memahami lebih lanjut mengenai ADHD (Attention Defecit Hyperactive Disorder).
Abu Ahmad & Widodo Supriono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004).
Arif S Sadiman, Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya, (Jakarta: CV. Rajawali, 1990).
Cahya, G., Izza, H., Safinah, D., Fardasyah, Z., Razzhika, D., Qurrotu, C., ... & Mukhoiyaroh, M. (2024). Peran Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Anak Usia 5 Tahun dengan ADHD Hiperaktif Impulsif. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini , 4 (1).
Gerald C Davidson, Psikologi Abnormal, Edisi Ke-9, (Jakarta: Rajawali Pers, 2006).
Gunawan, L. (2021). Komunikasi Interpersonal pada Anak Dengan Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Psiko Edukasi, 19(1), 49-68.
Hakim Abdul Hidayat, dkk. 2024. Permasalahan Penerapan Pendidikan Inklusi Di Sekolah Dasar. Vol 1 Hal 102.
Hidayati, R. (2014). Peran konselor sekolah dalam meningkatkan konsentrasi pada siswa hiperaktif (adhd). Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(1).
Karlenata, H., & Mutiara, ZT (2024). Pembelajaran pada Anak ADHD. MESIR: Jurnal Pendidikan Inovasi dan Publikasi , 3 (1), 37-51.
Karlenata, H., & Mutiara, Z. T. (2024). Pembelajaran Pada Anak ADHD. EJIP: Educational Journal of Innovation and Publication, 3(1), 37-51.
Mirnawati dan Amka. 2019. Pendidikan Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Yogjakarta : Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA.
Narti, W. (2017). Penanganan Kesulitan Belajar Anak dengan Adhd (Study Kasus Pusat Layanan Psikologi Bismika Muara Bungo). Nur El-Islam, 4(1), 78- 88.
Putra, A. P. (2018). Meningkatkan Kreativitas Anak Dengan Adhd Melalui Literasi. Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 1(2), 345-361.
Ramdani, I. L. A., Syah, M., & Arifin, B. S. (2024). IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI PABUARAN 2. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(1), 360-366.
Saprila, R. N., Kusumadinata, A. A., & Fitriah, M. (2024). Karakteristik Siswa ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) di SD Negeri Pasawahan. Karimah Tauhid, 3(6), 6532-6539.
Saputri, M. A., Widianti, N., Lestari, S. A., & Hasanah, U. (2023). Ragam Anak Berkebutuhan Khusus. Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 38-53.
Zafiera, Ferdinand. 2008. Anak Hiperaktif. Jogjakarta. Katahati.




