Permasalahan HAM di Lingkungan Pendidikan: Menyikapi Pelanggaran HAM Dalam Bentuk Verbal Bullying Berbasis Nama Orang Tua
Main Article Content
Anggun Mayang Sari
Aulya Ramadhani
Habil Alansyah
Rafi Ternando
Yosi Lara Jenita
Pendidikan merupakan kesempatan atau wadah bagi masa depan anak untuk memperoleh kehidupan yang layak. Secara umum pendidikan bisa diartikan sebagai suatu proses untuk mengembangkan diri bagi individu untuk melangsungkan kehidupannya. Kekerasan verbal di lingkungan sekolah dapat terjadi kapan pun dan di mana pun. Dengan begitu sekolah merupakan wadah sebagai penunjang anak untuk menuntut ilmu, nilai-nilai, kesopanan, kejujuran, etika yang baik pada diri anak. Kekerasan terhadap anak bisa berupa kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Peneliti memfokuskan terhadap kajian kekerasan verbal yang banyak dijumpai di satuan sekolah di mana sering kita ketahui bahwa kekerasan verbal bisa berupa ucapan kasar, membentak, memfitnah, mengancam, dan menghina. Sehingga dapat menyebabkan trauma atau kesehatan psikis terhadap anak tersebut.
Pendidikan sangat penting bagi suatu negara karena negara-negara yang makmur tentu akan memprioritaskan pendidikan,seperti yang terjadi di Indonesia. Dengan meningkatnya pendidikan, masalah seperti tidakan kekerasan di lingkungan sekolah pasti akan terus muncul. Maka perlu adanya perlindungan oleh guru, kepala sekolah, dan orang tua murid. Artikel ini menyelidiki isu perlindungan anak di lingkungan sekolah dengan fokus pada tindakan verbal bullying yang melibatkan penggunaan nama orang tua sebagai bentuk intimidasi. Studi ini berusaha untuk memahami dampak psikologis, sosial, dan akademik dari perilaku semacam itu terhadap para siswa. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi langkah-langkah yang dilakukan oleh sekolah dan pihak berwenang untuk mencegah serta menangani insiden-insiden bullying ini dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung untuk semua anak.
Abazi-Morina, L. (2023). Human rights education in Kosovo high schools. Sodobna Pedagogika/Journal of Contemporary Educational Studies, 74(3), 183–198
Ali, A. (2023). Investigating The Clash of Discourses on Linguistic Human Rights: Focus on the Private Schools in Sindh, Pakistan. Forma y Funcion, 36(2). https://doi.org/10.15446/fyf.v36n2.101898.
Ayalew, Y. D. (2023). The promise of digital Out-of-School programs for supporting youth in Under-resourced communities: Participatory principles for human rights-based virtual youth groups. SocialWork with Groups. https://doi.org/10.1080/01609513.2023.2285755.
Cahyo, E. D., Ikashaum, F., & Pratama, Y. P. (2020). Kekerasan Verbal (Verbal Abuse) Dan Pendidikan Karakter. Jurnal Elementaria Edukasia, 3(2). https://doi.org/10.31949/jee.v3i2.2418.
Cavalcanti, V. R. S. (2020). DISSIDENT SEXUALITIES AND GENRES IN THE SCHOOL SPACE: POSSIBLE DIMENSIONS OF EDUCATION FOR AND FOR HUMAN RIGHTS. Revista Direito e Sexualidade, 1(1). https://doi.org/10.9771/revdirsex.v1i1.3585.
Firmansyah Syaputra, A., Hidayati, D., & Maya, N. (2023). Digitalisasi Pendidikan pada Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Syntax Admiration, 4(11), 2207–2217. https://doi.org/10.46799/jsa.v4i11.908.
Hertinjung, Wisnu Sri. 2013. “Bentuk-Bentuk Perilaku Bullying Di Sekolah Dasar.” Seminar Nasional Psikologi UMS 2013 - Parenting 53(9):450–58.
Lowenthal, T. (2020). AB v Pridwin Preparatory School: progress and problems in horizontal human rights law. South African Journal on Human Rights, 36(2), 261–274. https://doi.org/10.1080/02587203.2020.1867484.
Mangal, K. (2022). Digital storytelling activities in the course of human rights, citizenship, and democracy in primary school. Egitim ve Bilim, 47(209), 69–94. https://doi.org/10.15390/EB.2022.10540.
Mappong, Z. (2023). Full Day School: Review In Human Rights Perspective. Journal of Law and Sustainable Development, 11(2). https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i2.418.
Nava-Preciado, J. M. (2019). Adolescents and human rights: An approximation of the effective exercising of rights in school. Revista Latinoamericana de Ciencias Sociales, Ninez y Juventud, 17(1), 285–299. https://doi.org/10.11600/1692715x.17117.
Suciartini, Ni Nyoman Ayu, and Ni Luh Putu Unix Sumartini. 2020. “Verbal Bullying Dalam Media Sosial.” Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia 6(2):152–71.
Sururin. (2020). Kekerasan Pada Anak (Perspektif Psikologi). Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 3.
Struthers, A. E. C. (2019). Teaching human rights in primary schools: Overcoming the barriers to effective practice. Teaching Human Rights in Primary Schools: Overcoming the Barriers to Effective Practice, 1–234. https://doi.org/10.4324/9781315201719.
Tabak, B. Y. (2022). Democratic School Culture: Investigating An Educational Practice of Democracy in Schools A Study on Democratic Citizenship and Human Rights Education Project in Turkey. Leadership and Policy in Schools, 21(4), 856–875. https://doi.org/10.1080/15700763.2020.1866019.
Tedi Sudrajat, & Endra Wijaya, 2020, Perlindungan Hukum terhadap Tindakan Pemerintahan, Sinar Grafika, Jakarta, Hlm 96-98.
Trisnani, Rischa Pramudia, and Silvia Yula Wardani. 2020. “Perilaku Bullying Di Sekolah.” G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling 1(1):1–11. doi: 10.31316/g.couns.v1i1.37.
Weishut, D. J. N. (2021). We need to teach human rights in medical schools. Torture, 31(2), 147–148. https://doi.org/10.7146/torture.v31i2.128025.
World Health Organization, (2022), Violence Against Children, Newsroom, https:www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/violence-against-children, Di akses pada 17 Oktober 2023 pukul 20:23 WIB.