Desain Organisasi Dalam Mega Proyek Transportasi Perkotaan: Analisis Struktur Proyek MRT Jakarta Fase 1
Main Article Content
Marvell Syauqi Rosyad Kairupan¹
Maygaza Anhara Putra Brata
Justin Nabil Alpasha
Muhammad Luthfi Naufal
Rahman Mulyawan
Agus Taryana
Yayan Nuryanto
Megaproyek transportasi perkotaan seperti MRT Jakarta Fase 1 bukanlah sekadar proyek rekayasa; proyek ini melibatkan lapisan pekerjaan administratif, teknis, dan kelembagaan yang perlu diorganisasikan dengan cermat. Studi ini mengkaji bagaimana tim proyek menyusun organisasinya, apa yang membentuk pilihan-pilihan tersebut, dan model organisasi apa yang sebenarnya digunakan selama proses konstruksi. Untuk melakukan hal ini, penelitian ini memanfaatkan literatur akademis, dokumen proyek, dan laporan resmi MRT Jakarta. Sumber-sumber ini membantu menggambarkan bagaimana berbagai pengaturan proyek seperti kontrak tradisional, sistem turnkey, dan manajemen internal muncul dalam pengembangan Fase 1. Analisis ini juga menggunakan empat pertimbangan umum dalam desain organisasi: arah strategis proyek, skala keseluruhannya, teknologi yang diadopsi, dan orang-orang yang terlibat dalam menjalankannya. Selain itu, studi ini membandingkan struktur proyek dengan jenis manajemen proyek yang umum seperti struktur fungsional, matriks, dan lini-dan-staf. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 1 mengandalkan pengaturan hibrida, dengan struktur matriks memainkan peran terbesar. Pilihan ini tampaknya berkaitan erat dengan kompleksitas teknis proyek, jumlah pemangku kepentingan yang terlibat, dan kebutuhan akan koordinasi lintas fungsi yang stabil. Pada akhirnya, studi ini menyoroti bahwa desain organisasi bukan sekadar elemen latar belakang – melainkan faktor kunci yang membentuk keberhasilan proyek infrastruktur publik berskala besar dan menawarkan beberapa wawasan untuk perencanaan proyek publik di masa mendatang di Indonesia.
PT MRT Jakarta. (2022). Buku Konstruksi MRT Jakarta Fase 1. PT MRT Jakarta (Perseroda).
FIDIC. (1999). Conditions of Contract for Plant and Design-Build for Electrical and Mechanical
Plant, and for Building and Engineering Works Designed by the Contractor (Yellow Book). International Federation of Consulting Engineers.
FIDIC. (1999). Conditions of Contract for EPC/Turnkey Projects (Silver Book). International
Federation of Consulting Engineers.
Bagas Sofyan Trihanggara, & Bevaola Kusumasari. (2023). Efektivitas Keterlibatan Pemangku Kepentingan dalam Kebijakan MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta: Analisis Isi Media Sosial Twitter tahun 2019. PESIRAH, 2(2). https://doi.org/10.47753/pjap.v2i2.35
Dirgahayani, P., Yesuari, A. P., Wulansari, T. R., & Sutanto, H. (2020). The formation of network governance in accelerating the implementation of TOD: The case of Jakarta MRT Phase 1, Indonesia. Case Studies on Transport Policy, 8(4), 1412–1425. https://doi.org/10.1016/j.cstp.2020.10.006
Dito Prasetyo S.Pd. (2024). 5 Teori Organisasi Menurut Para Ahli yang Menarik dan Menginspirasi - Tambah Pinter. Tambah Pinter. https://tambahpinter.com/5-teori-organisasi-menurut-para-ahli/
Media, K. (2025, April 21). Mengenal Pengertian Kontrak FIDIC, Jadi Acuan Konstruksi Nasional. Konstruksimedia.com. https://konstruksimedia.com/mengenal-pengertian-kontrak-fidic-jadi-acuan-konstruksi-nasional/
Sia, V. (2021, November 23). Enterprise Resource Planning (ERP): Pengertian dan Fungsi. Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/apa-itu-pengertian-dan-contoh-sistem-enterprise-resource-planning-erp/




