Perbandingan Efektivitas Obat Konvensional Dan Obat Alami Dalam Penyembuhan Luka Terbuka Pada Tikus Putih
Main Article Content
I Gusti Made Darmadhyaksa Ariwijaya
Jessica Anindita Putri
Alma Daiva Danendra
Dewa Gede Raka Sugiarta
I Wayan Sastra Pramadana
Yosafat Parlindungan Sitorus
Haura Zayyan Humaira
Gihon Josean
Bryan L. Emmanuel Mantino
Luka terbuka pada hewan berisiko menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Povidone iodine merupakan antiseptik konvensional yang umum digunakan, namun pemakaian berulang dapat bersifat sitotoksik dan menghambat proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih aman dan efektif. Daun sirih dan daun binahong diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, serta mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas povidone iodine dengan ekstrak daun sirih dan daun binahong dalam penyembuhan luka terbuka pada tikus putih galur Wistar. Penelitian memakai 4 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol (S0), kelompok ekstrak daun sirih (S1), kelompok ekstrak daun binahong (S2), dan kelompok povidone iodine 10% (S3), masing-masing diberikan perlakuan satu kali sehari selama 7 hari. Panjang luka diukur setiap hari dan dianalisis menggunakan uji Morton. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari daun sirih memberikan efek penyembuhan luka yang lebih optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga berkaitan dengan aktivitas antimikroba dan antiinflamasi yang mendukung proses regenerasi jaringan. Dengan demikian, ekstrak daun sirih berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami dalam perawatan luka terbuka.
Zar’ah, N. A., Syachruddin, & Kusmiyati. (2021). The Effect of Green Betel Leaves (Piper betle
L.) Extract on Wounding Healing in Mice (Mus musculus L.). Jurnal Biologi Tropis, 21(1), 103-
111. https://dx.doi.org/10.29303/jbt.v21i1.2282.
Damayanti, P. R., William, A., & Wijaya, G. (2024). The effectiveness of giving Binahong
(Anredera cordifolia) leaf extract on granulation tissue thickness in healing white rat (Rattus
novergicus) cut wounds. International Journal of Public Health Excellence, 3(2), 581–588.
https://doi.org/10.55299/ijphe.v3i2.754.
Fannani, M. Z., & Nugroho, T. (2014). Pengaruh Salep Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle)
Terhadap Penyembuhan Luka Iris Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus). Jurnal
Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 6(1), 19–25.
Dewi, S. R. P., & Fatonah, A. (2019). The Effect of Betel Quid Extract on Wound Healing
Process in Male Wistar Rats (Rattus norvegicus L.). Asian Journal of Applied Sciences, 7(6),
788–797.
Palumpun, E. F., Wiraguna, A. A. G. P., & Pangkahila, W. (2017). Pemberian Ekstrak Daun Sirih
(Piper betle) Secara Topikal Meningkatkan Ketebalan Epidermis, Jumlah Fibroblas, dan Jumlah
Kolagen Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus).
Jurnal e-Biomedik, 5(1).
Perez-Meseguer, J., Torres-González, L., Gutiérrez-González, J. A., Alarcón-Galván, G., ZapatChavira, H., Waksman-de Torres, N., Moreno-Peña, D. P., Muñoz-Espinosa, L. E., & CorderoPérez, P. (2019). Anti-inflammatory and nephroprotective activity of Juglans mollis against renal
ischemia–reperfusion damage in a Wistar rat model. BMC Complementary and Alternative
Medicine, 19, 186. https://doi.org/10.1186/s12906-019-2604-7.
Triputra, M. A. (n.d.). Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Luka
Sayatan Pada Kulit Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang Terinfeksi Staphylococcus aureus.
Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen.
Standley, A., Xie, J., Lau, A. W. Y., Grote, L., & Gifford, A. J. (2024). Working with Miraculous
Mice: Mus musculus as a Model Organism. Current Protocols, 4.




