Budaya Organisasi sebagai Faktor Kunci dalam Pengembangan Organisasi
Main Article Content
Susilowati
Budaya organisasi merupakan elemen fundamental yang berperan penting dalam menunjang keberlangsungan dan pengembangan organisasi. Budaya organisasi yang positif mampu membentuk nilai bersama, meningkatkan komitmen, serta menjadi pedoman perilaku bagi anggota organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, budaya organisasi yang negatif dapat menghambat kinerja dan perkembangan organisasi karena bertentangan dengan nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran budaya organisasi terhadap pengembangan organisasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan media daring yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap proses pengembangan organisasi melalui pembentukan pola interaksi sosial, internalisasi nilai, serta mekanisme adaptasi organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan. Budaya organisasi juga berfungsi sebagai proses berkelanjutan yang diwariskan dari generasi ke generasi dan berorientasi pada pemecahan masalah secara kolektif. Dengan demikian, penguatan budaya organisasi yang konstruktif menjadi strategi penting dalam menciptakan pengembangan organisasi yang berkelanjutan.
Effendhie, M. (2011). Pengantar organisasi: Organisasi tata laksana dan lembaga kearsipan. Universitas Terbuka. http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/ASIP420902-M1.pdf
Handaru, A. W., & Ariyanti, N. (2011). Hubungan antara budaya organisasi dan motivasi dengan pengembangan karir pegawai di Biro Kepegawaian dan Organisasi Tatalaksana Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta Selatan. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), 2(1), 18–33.
Hardiyansyah, H., & Firmansyah, A. (2017). Analisis pengembangan organisasi melalui proses diagnosa dengan model Weisbord. Daya Saing: Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya, 19(2), 152–162.
Hasanah, R. U., & Aima, M. H. (2018). Pengaruh perubahan organisasi, budaya organisasi, dan motivasi terhadap kinerja pegawai Badan Manajemen Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 2(1), 71–89.
Karma, K., Yasa, G., & Ratnadi, N. M. (2017). Pengaruh gaya kepemimpinan situasional, budaya organisasi, dan motivasi pada kinerja karyawan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 19(2), 885–915.
Mamlu’ah, A. (2017). Pengembangan budaya organisasi pesantren dalam manajemen pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 2–13.
Pratami, L. A. R., & Damayanthi, I. G. A. E. (2018). Budaya organisasi memediasi kualitas penerapan sistem informasi akuntansi dan kepercayaan teknologi informasi pada kinerja karyawan. E-Jurnal Akuntansi, 22(2), 1032–1055. https://doi.org/10.24843/eja.2018.v22.i02.p08
Purwanti, A. R., Hidayat, N., & Sutisna, E. (2019). Peningkatan produktivitas kerja dosen melalui pengembangan efektivitas sistem informasi manajemen dan budaya organisasi. Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(2), 833–842. https://doi.org/10.33751/jmp.v7i2.1333
Risqi, M., & Perwira, L. T. (2021). Pengembangan organisasi menggunakan open system model. Psyche 165 Journal, 14(2), 201–206. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v14i2.71
Sartika, Y. M., & Pragiwani, I. M. (2020). Pengaruh budaya organisasi, komitmen organisasi, dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT Danapati Abinaya Investema. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 1–15.
Woodman, R. W. (1989). Organizational change and development: New arenas for inquiry and action. Journal of Management, 15(2), 205–228.
Wirawan. (2007). Budaya dan iklim organisasi: Teori, aplikasi, dan penelitian. Salemba Empat.




