Manajemen Bencana Tsunami Di Aceh Pasca Peristiwa Tsunami Tahun 2004
Main Article Content
Susilowati
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh pada tahun 2025 merupakan bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh curah hujan ekstrem serta diperparah oleh degradasi lingkungan dan perubahan tutupan lahan. Peristiwa ini menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerugian materiil yang signifikan, termasuk korban jiwa, kerusakan permukiman, serta lumpuhnya infrastruktur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen bencana pasca peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh tahun 2025, dengan meninjau tahapan mitigasi, tanggap darurat, dan pasca bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis dokumen, dengan memanfaatkan data dari laporan resmi pemerintah, regulasi kebencanaan, pemberitaan media nasional, serta pendapat pakar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanganan bencana di Aceh telah dilakukan melalui upaya mitigasi struktural dan nonstruktural, respons darurat yang melibatkan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam aspek pengelolaan lingkungan, sistem peringatan dini, dan penataan ruang berbasis risiko. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan ketangguhan wilayah Aceh terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Abdillah, M. R. (2025, November 28). Karakteristik curah hujan ekstrem di Aceh dan dampaknya terhadap bencana hidrometeorologi. Institut Teknologi Bandung. https://www.itb.ac.id
Andreas, H. (2025). Peran tutupan lahan dan data geospasial dalam mitigasi banjir dan longsor. Institut Teknologi Bandung. https://www.itb.ac.id
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Laporan situasi bencana banjir bandang dan tanah longsor Provinsi Aceh Desember 2025. BNPB. https://www.bnpb.go.id
BPBD Provinsi Aceh. (2025). Laporan Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh. Pemerintah Aceh.
Hidayatul Putri, Y. (2025). Mitigasi struktural dan nonstruktural bencana hidrometeorologi di Aceh. Jurnal Kebencanaan Indonesia, 4(2), 112–126.
Hendratmo, A. (Ed.). (2003). Manajemen bencana berbasis masyarakat. Yogyakarta: BIGRAF.
Media Indonesia. (2025). Banjir bandang dan longsor Aceh akibat hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan. Media Indonesia Online.
Murthalamuddin. (2025). Dampak kerusakan permukiman akibat bencana hidrometeorologi di Aceh. Aceh Monitoring Centre.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. (2024). Risiko tanah longsor di wilayah Sumatera bagian utara. Kementerian ESDM.
Quinn, R. E. (1988). Beyond rational management: Mastering the paradoxes and competing demands of high performance. San Francisco: Jossey-Bass.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). https://www.bnpb.go.id
Viva.co.id. (2025). Pakar ITB ungkap penyebab banjir Aceh: kombinasi hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan. https://www.viva.co.id/berita/nasional/1864477
Westra, P. (2001). Gerakan membangun sistem manajemen penanggulangan bencana: Belajar dari kasus DIY. Yogyakarta: UGM Press.
World Meteorological Organization. (2023). State of climate services for hydrometeorological risk. WMO. https://www.wmo.int




