Perlawanan Perempuan dalam Bayang Kolonialisme: Kajian Tokoh Nyai Ontosoroh dalam Novel Bumi Manusia
Main Article Content
Reva Hezul
Shereen Aulia Deam
Sherly Mutia Sari
Abdurahman
Artikel ini bertujuan mendeksripsikan bentuk perlawanan perempuan dalam bayang kolonialisme melalui tokoh Nyai Ontorosoh pada novel Bumi Manusia karya Pramoedaya Anata Toer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pengkajian kesusastraan dan kritik feminisme. Landasan teori utama mengacu pada Abdurahman dan Hasanah (2023) mengenai unsur intrinsik karya sastra, khususnya tokoh, penokohan, konflik, dan latar yang dipadukan dengan teori feminisme sastra untuk menafsirkan bentuk subordinasi dan resistensi perempuan. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan posisi sosial, perkembangan karakter, serta tindakan perlawanan tokoh utama. Hasil penelituan menunjukkan bahwa Nyai Ontosoroh mengalami subordinasi sebagai perempuan pribumi dalam sistem kolonial, tetapi juga simbol perempuan modern yang rasional, tangguh, dan berdaya. Dengan demikian, novel ini memperlihatkan bahwa karya sastra dapat menjadi media refleksi sosial atas perjuangan perempuan dalam memperoleh martabat dan pengakuan.
Abdurahman, & Hasanah, U. (2023). Buku Ajar Pengantar Pengkajian Kesusastraan. Sleman: Deepublish.
Amanda, S.T., & Lubis, F.H. (2022). Makna Simbolik Nilai Feminsme Tokoh Nyai Ontosoroh dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. KESKAP; Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administratif Publik, 1(1), 46-63.
Bumi Manusia. Pramoedya Ananta Toer. (2016). Bumi manusia. Jakarta: Lentera Dipantara.
Fairuz. (2024). Dekolonasi Citra Nyai: Representasi Perempuan dalam Sistem Kolonial dan Foedal Hindia Belanda pada Tokoh Nyai Ontosoroh. Pujangga.
Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, R.D. (2011). Prinsip-Prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prasarana, R.K. (2023). Analisis Wacana Kritis Sosok “Nyai” dalam Novel Bumi Manusia. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora, 1(3), 453-466.
Purmasari, V. (2024). Manifestasi Gender Tokoh Nyai Ontosoroh dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian Feminisme Radikal. Artikel Ilmiah Universitas PGRI Jombang.
Setiawan, W., Madeamin, R., & Nurcholis. (2022). Analisis Marginalisasi dan Diskriminasi Tokoh Nyai Ontosoroh dalam Roman Bumi Manusia. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(1), 153-165.
Sugihastuti, & Suharto. (2016). Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tyas, A. A. (2021). Kajian Feminisme dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Jurnal Simki Pedagogja, 4(2), 159-268.
Waluyo, B., Purwasito, A., Warto, & Subiyantoro, S. (2021). Nyai Ontosoroh: A Female Hero and Her Resistance ti Gender Injustice. Journal of Language and Literature, 12(2).
Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Wiyatami. (2012). Kritik Sastra Feminis. Teori dan Aplikasinya dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Ombak.




