Strategi Pengembangan Pariwisata Pada Destinasi Permandian Air Panas Sonai
Main Article Content
Eka Aprilia
Jabal Arfah
Muh. Kevin Muhfly Alfath
Pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata ini masih menghadapi beberapa kendala, di antaranya keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, kegiatan wisata yang masih terbatas, serta upaya promosi yang belum dilakukan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pariwisata pada objek wisata Permandian Air Panas Sonai serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam proses pengembangannya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari unsur pimpinan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe yakni Kepala Dinas Kepala Bidang, Staf, dan pengelola objek wisata. Data yang telah diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata pada Permandian Air Panas Sonai belum berjalan secara optimal. Upaya pengembangan destinasi masih berfokus pada beberapa aspek utama, yaitu daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas, akomodasi, dan aktivitas wisata. Dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah hambatan, seperti keterbatasan fasilitas pendukung wisata, kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya memadai, serta kurangnya variasi kegiatan wisata bagi para pengunjun. Pengembangan Permandian Air Panas Sonai perlu dikembangkan secara maksimal melalui peningkatan sarana dan prasarana wisata, pengembangan kegiatan wisata yang lebih beragam, serta peningkatan upaya promosi secara digital (media sosial) agar mampu meningkatkan daya tarik destinasi dan jumlah kunjungan wisatawan.
Agusta, & Zulkarnaini. (2022). Pengembangan objek wisata pemandian air panas Sungai Pinang. Jurnal Pariwisata dan Pengembangan Daerah, 5(2), 45–53.
Agusta, dkk. (2020). Strategi pengembangan objek wisata air panas di Desa Marobo, Kabupaten Bobonaro. Jurnal Administrasi dan Pariwisata, 3(1), 67–75. Ananta, D. (2025). Strategi peningkatan daya tarik wisata alam dan budaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Danau Toba. 4(April), 21–28.
Apriliani, A., Rahmawati, R., & Azahari, R. (2018). Kemitraan pemerintah dan swasta dalam pengembangan wisata Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Administratie, 1(1), 30–38.
Arfah, J., Muhtar, E. A., Saefullah, A. D., & Muhafidin, D. (2019). Kepariwisataan Kabupaten Konawe. 15(02), 202–217.
Azizah, A., & Rana, M. (2024). Strategi pengembangan wisata Banyu Panas Palimanan Cirebon dalam meningkatkan potensi wisata alam. 2(1), 52–62.
Fatli, R., Muhammad, M., Asmawi, R., & Utami, P. (2022). Faktor pendukung dan penghambat pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait di Kabupaten Tangerang. 6(3), 6297–6301.
Ginting, S., et al. (2020). Teorsi peningkatan pariwisata. Jurnal Pariwisata, 8(2), 1–10.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (4th ed.). Alfabeta.
Tanjung, R., & Sofyan, Y. (2020). Manajemen Strategi: Teori dan Implementasi. CV Pena Persada.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan




