Gambaran Self Regulation Pada Remaja Dengan Keluarga Broken Home
Main Article Content
Wulan Ayu Lestari
Ipah Saripah
Nadia Aulia Nadhirah
Remaja dengan kondisi keluarga broken home sering kali mengalami tantangan dalam kemampuan regulasi dirinya. Kondisi kedua orang tua yang berpisah membuat remaja dengan keluarga broken home tidak memiliki model peran untuk mengembangkan keterampilan regulasi dirinya, karena tidak memiliki contoh yang jelas tentang bagaimana mengatur emosi dan perilaku dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang gambaran self regulation pada remaja dengan keluarga broken home serta implikasinya pada bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara yang dikembangkan berdasar pada teori self regulation Bandura, Schunk dan Zimmerman. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja atau siswa kelas XI SMAN 19 Bandung dengan kondisi keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran self regulation yang baik pada remaja dengan keluarga broken home terutama pada aspek mengatur standar dan tujuan dan aspek evaluasi diri.
Aini, I. N., & Afdal, A. (2023). Kelekatan terhadap Orangtua (Ayah-Ibu) pada Remaja Korban Broken Home. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 13259-13266.
Ardini, P. P., Utoyo, S., & Juniarti, Y. (2019). Tumbuh Kembang Anak Broken Home. Jurnal Pelita PAUD, 4(1), 114-123.
Arifin, Z. (2020). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jurnal AlHikmah, 1(1
Ariyanto, K. (2023). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Anak. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 15-23.
Astuti, R., & Gunawan, W. (2016). Sumber-Sumber Efikasi Diri Karier Remaja. Jurnal Psikogenesis, 4(2), 141-151.
Bandura, A. (2001). Social Cognitive Theory: An Agentic Perspective. Annual Review Of Psychology, 52(1), 1-26.
Batubara, J. R. (2016). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari pediatri, 12(1), 21-9.
Cooper, H., Camic, P. M., Long, D. L., Panter, A. T., Rindskopf, D., & Sher, K. J. (2012). APA Handbook of Research Methods in Psychology Volume 2 Research Designs: Quantitative, Qualitative, Neuropsychological, and Biological (Vol. 2). American Psychological Association.
Faizah, S. K. (2022). Pemahaman Kebahagiaan oleh Remaja Broken Home. Taqorrub: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah, 3(1), 28-39.
Farah, M., Suharsono, Y., & Prasetyaningrum, S. (2019). Konsep Diri Dengan Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Siswa SMA. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 7(2), 171-183.
Fatimah, S., & Nuraninda, F. A. (2021). Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Remaja Generasi 4.0. Jurnal Basicedu, 5(5), 3705-3711.
Harsanti, I., & Verasari, D. G. (2013). Kenakalan Pada Remaja Yang Mengalami Perceraian Orang Tua. Prosiding Pesat, 5.
Hartanti, S. S., & Salsabila, V. (2020). Analisis kondisi fisik dan psikis terhadap anak korban broken home. EDUSAINTEK, 4.
Hasanah, S., Sahara, E., Sari, I. P., Wulandari, S., & Pardumoan, K. (2017). Broken Home pada Remaja dan Peran Konselor. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2).
Istriyanti, N. L. A., & Simarmata, N. (2014). Hubungan Antara Regulasi Diri Dan Perencanaan Karir Pada Remaja Putri Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 1(2), 301-310.
Jannah, M. (2017). Remaja dan tugas-tugas perkembangannya dalam islam. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 1(1).
Karina, N. K. G., & Herdiyanto, Y. K. (2019). Perbedaan regulasi diri ditinjau dari urutan kelahiran dan jenis kelamin remaja Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 6(1), 849-858.
Khoirunnisa, S., & Hariyadi, S. (2023). Hubungan Antara Regulasi Diri dengan Penyesuaian Diri Siswa MTS Al-Fithrah Meteseh Semarang. Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 20(01), 13-27.
Kurniasih, A. (2019). Regulasi Emosi Pada Anak Broken Home. Universitas Semarang, 1(2), 1-11.
Lestari, E. G., Humaedi, S., Santoso, M. B., & Hasanah, D. (2017). Peran keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,4(2).
Manab, A., Tahimu, M. R., & Palu, U. D. (2022). Memahami Regulaasi Diri. Jurnal Politik Dan Governance, 2(2).
Massa, N., Rahman, M., & Napu, Y. (2020). Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Perilaku Sosial Anak. Jambura Journal of Community Empowerment, 1-12.
Moilanen, K. L., Shaw, D. S., & Fitzpatrick, A. (2010). Self-Regulation In Early Adolescence: Relations With Mother–Son Relationship Quality And Maternal Regulatory Support And Antagonism. Journal of youth and adolescence, 39, 1357-1367.
Murray, D. W., & Rosanbalm, K. (2017). Promoting Self-Regulation in Adolescents and Young Adults: A Practice Brief. OPRE Report 2015-82. Office of Planning, Research and Evaluation.
Nuryani, D., Susanto, B., & Hidayati, A. (2023). Pengaruh Permasalahan Broken Home Terhadap Self-Esteem dan Motivasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah Rongkop. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(12), 1339-1347.
Ormrod, Jeanne Ellis. (2016). Human Learning. 7th. ed. New York: Pearson.
Permatasari, A. N., & Ambarwati, K. D. (2023). Kematangan Emosional Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 14875-14888.
Peter, R. (2015). Peran Orangtua Dalam Krisis Remaja. Humaniora, 6(4), 453-460.
Pranoto, B., Chalidyanto, D., & Bisono, E. F. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Kecanduan Napza pada Remaja. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 14(3), 585-588.
Prasetyana, Z., & Mariyati, L. I. (2020). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Regulasi Diri Pada Santri Madrasah Diniyah Di Sidoarjo. PSYCHE: Jurnal Psikologi, 2(2), 76-86.
Pratama, D. (2021). Karakteristik perkembangan remaja. Jurnal Edukasimu, 1(3).
Pratiwi, I. W., & Handayani, P. A. L. (2020). Konsep Diri Remaja Yang Berasal Dari Keluarga Broken. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 9(1), 17-32.
Purdie, N., Carroll, A., & Roche, L. (2004). Parenting And Adolescent Self-Regulation. Journal of adolescence, 27(6), 663-676.
Rofiqah, T., & Sitepu, H. (2019). Bentuk Kenakalan Remaja Sebagai Akibat Broken Home Dan Implikasinya Dalam Pelayanan Bimbingan Konseling. KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program, 6(2).
Rosita, V. (2020). Perbandingan Tingkat Regulasi Diri Pada Peserta Didik Berdasarkan Program Peminatan Serta Implikasinya Terhadap Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah (Studi Komparatif terhadap Peserta Didik Kelas XI IPA dan IPS SMA Negeri 4 Bandung Tahun Ajaran 2019/2020) (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).
Santrock, J. W. (2019). Adolescence 7th edition. New York: McGraw-Hill Education.
Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25-3.
Sari, M. A., Fitria, L., & Radyuli, P. (2023). Permasalahan Siswa dari Keluarga Broken Home. Jurnal Pti (Pendidikan Dan Teknologi Informasi) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universita Putra Indonesia" Yptk" Padang, 87-92.
Setiawan, B., Solehuddin, M., & Hafina, A. (2019). Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Self-Instruction Untuk Meningkatkan Self-Regulation Siswa. KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Penerapannya, 1(1), 1-10.
Wardani, A. K. (2021). Kebahagiaan anak broken home. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6718-6727.
Willis, S. S. (2015). Konseling Keluarga (Family Counseling). Bandung: Alfabeta.
Wulandari, D., & Fauziah, N. (2019). Pengalaman Remaja Korban Broken Home (Studi Kualitatif Fenomenologis). Jurnal Empati, 8(1), 1-9.




