Pendidikan Kesehatan Diabetes Melitus Di Ruangan Mahoni Rumah Sakit Umum Daerah Pakuhaji

Authors

  • Adi Dwi Susanto Universitas Yatsi Madani
  • Nurry Ayuningtyas Kusumastuti Universitas Yatsi Madani

DOI:

https://doi.org/10.59435/gjpm.v2i1.393

Keywords:

Pendidikan, Kesehatan, Diabetes

Abstract

Diabetes Melitus merupakan sebuah penyakit menahun yang berpotensi fatal, terjadi karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh memanfaatkan insulin secara efektif untuk mengatur glukosa darah (Kemenkes, 2018). World Health Organization (WHO) mencatat bahwa sebagian besar kasus DM berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat, menyumbang sekitar setengah dari total kasus DM di seluruh dunia (Riskesdas, 2018). International Diabetes Federation (IDF) melaporkan angka mencengangkan, dengan 537 juta orang dewasa (usia 20-79 tahun) menderita DM, dan 6,7 juta meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini. Tiongkok, India, dan Pakistan menjadi negara dengan prevalensi DM tertinggi, sedangkan Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penderita mencapai 19,47 juta, atau sekitar 10,6% dari total penduduk (Pahlevi, 2021). Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi DM di Indonesia meningkat dari 1,5% pada tahun 2013 menjadi 2% pada tahun 2018, dengan kategori usia penderita terbesar terletak pada rentang usia 55-64 tahun (6,3%) dan 65-74 tahun (6%). Perempuan memiliki prevalensi DM yang lebih tinggi (1,8%) dibandingkan dengan laki-laki (1,2%). Prevalensi di perkotaan mencapai 1,9%, sedangkan di perdesaan sebesar 1,0% (Riskesdas, 2018). Tujuan : tujuan dari laporan ini untuk menganalisa pengetahuan pasien dan keluarga pasien mengenai penyakit diabetes melitus serta kerutinan pasien penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah dan mengonmumsi obat diabetes. Hasil : hasil dari kegiatan pendidikan kesehatan ini diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat memahami dan mengenal mengenai penyakit diabetess melitus dan diharapkan dapat rutin mengontrol kadar gula darah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Diabetes Association. (2016). Dwfinition of Diabetes Mellitus. www.diabetes.org

IDF. (2019). IDF Diabetes Atlas, 9th edn. Brussels, Belgium. In Atlas de la Diabetes de la FID

WHO. (2020). Definition of Diabetes Melitus and Prevalence of Diabetes Mellitus

Decroli E. 2019. Diabetes Mellitus Tipe 2. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

PERKENI, consensus pengelolaan dan pencegahan Diabetes Mellitus di Indonesia. Jakarta: PB Perkeni 2015: 1-2

Kemenkes. 2012. Standar Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kumar, A.A. 2011. “Properties of Biodegradable Polymers and Degradatin for Sustainable Development, International Journal of Chemical Engineering and Applications, 2(3),.”

Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Salemba Medika.

Rahmawati, F., Mustafidah, N., & Annisa, L. 2019. “Prevalensi Penggunaan Fall Risk Medicine Pada Pasien Lanjut Usia Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Madiun.” Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi,. https://doi.org/10.22146/jmpf.45206 .

Silverston, P. 2014. The Safe Clinical Assessment: A Patient Safety Focused Approach to Clinical Assessment, Nurse Education.

Weinberg, J et al. 2011. “Foundations of Sport and Exercise Psychology (5th Ed). Champaign, IL: Human Kinetics.”

Published

2024-01-31

How to Cite

Adi Dwi Susanto, & Nurry Ayuningtyas Kusumastuti. (2024). Pendidikan Kesehatan Diabetes Melitus Di Ruangan Mahoni Rumah Sakit Umum Daerah Pakuhaji . Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 81–86. https://doi.org/10.59435/gjpm.v2i1.393