Analisis Makna Lagu "Laskar Blambangan" dengan Pendekatan Stilistika sebagai Representasi Nilai Kepahlawanan dan Identitas Budaya
Main Article Content
Lutfi Irawan Rahmat
Riska Fita Lestari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna lirik lagu “Laskar Blambangan” karya Nanang Yuswantoro sebagai representasi nilai kepahlawanan dan identitas budaya masyarakat Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa lirik lagu berbahasa Osing yang dianalisis berdasarkan struktur bait serta makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini memiliki struktur makna yang sistematis, dimulai dari ajakan kepada generasi muda untuk memahami identitas budaya, kemudian diikuti dengan penanaman nilai kepahlawanan melalui figur teladan seperti Minak Jinggo. Selain itu, lirik lagu juga menekankan pentingnya ketahanan mental, sikap pantang menyerah, dan keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Lagu ini juga mengandung nilai moral dan spiritual, seperti keikhlasan dan kebijaksanaan yang direpresentasikan melalui tokoh Sabdo Palon. Pada bagian akhir, lagu menegaskan pentingnya keberanian dalam menghadapi risiko serta mendorong individu untuk bangkit dan bertindak. Secara keseluruhan, lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal
Abdillah, F. D., Rakhmawati, A., & Anindyarini, A. (2019). Kajian Stilistika Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Lirik Lagu Pada Album Don’T Make Me Sad Karya Letto Serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di Sekolah Menengah Atas. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(1), 43. https://doi.org/10.20961/basastra.v7i1.35496
Al Putri, A., Dwi Astri, N., Sidika, R., Simanullang, P., & Tanjung, T. (2020). Analisis Gaya Bahasa Dalam Lirik Lagu Fourtwnty : Kajian Stilistika. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Undiksha, 10(2), 110–118. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS
Antika, T. R., Ningsih, N., & Sastika, I. (2020). Analisis Makna Denotasi, Konotasi, Mitos Pada Lagu “Lathi” Karya Weird Genius. Asas: Jurnal Sastra, 9(2). https://doi.org/10.24114/ajs.v9i2.20582
Damayanti, M. A., Saharudin, & Sudika, I. N. (2020). Bentuk Lingual dan Makna Konotasi pada Lirik Lagu Ebiet G. Ade dalam Album Masih Ada Waktu. Jurnal Bastrindo, 1(1), 51–66. https://doi.org/10.29303/jb.v1i1.10
Antika, T. R., et al. (2020). Analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos pada lagu “Lathi” karya Weird Genius. Asas: Jurnal Sastra, 9(2).
Budiman, K. (1999). Kosa semiotika. Yogyakarta: LKiS.
Damayanti, D., Saharudin, & Sudika, I. N. (2020). Bentuk lingual dan makna konotasi pada lirik lagu Ebiet G. Ade dalam album Masih Ada Waktu. Jurnal Bastrindo, 1(1), 51–66.
Endraswara, S. (2003). Metodologi penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Kaelan. (2009). Filsafat bahasa. Yogyakarta: Paradigma.
Lafamane, F. (2020). Kajian stilistika dalam karya sastra. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ratna, N. K. (2009). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sinaga, Y. C., et al. (2021). Analisis makna denotasi dan konotasi pada lirik lagu “Celengan Rindu” karya Fiersa Besari. Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 3(1).
Sobur, A. (2003). Semiotika komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.




