Pola Koordinasi Buzzer dalam Penyebaran Ujaran Kebencian di Media Sosial
Main Article Content
Tsalitsa Nur Muttaqina
Ardhia Pramesti Regina Cahyani
Rayyan Fahrezi Suwarna
Chelsea Flavia Yuandhiza
Nikko Vabhian Prasadha
Salasabarin Yudha Akbar
Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran ujaran kebencian di media sosial menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan keterlibatan jaringan buzzer yang bergerak terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola koordinasi, tipologi akun, ciri khas konten, serta dampak aktivitas buzzer terhadap ruang publik digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur digital berupa kajian akademis dan data laporan transparansi resmi dari platform X, Facebook, dan Instagram. Penelitian ini menemukan bahwa jaringan buzzer beroperasi melalui ekosistem yang terorganisir, melibatkan agensi, tim produksi, dan tim distribusi dengan alur kerja yang sistematis mulai dari pembuatan hingga penyebaran narasi. Akun-akun yang terhubung dalam jaringan tersebut memperlihatkan karakteristik yang dapat dikenali, seperti jumlah pengikut, frekuensi posting, penggunaan identitas palsu, dan format konten yang sudah ditentukan. Pola koordinasi yang diterapkan pun beragam sesuai karakteristik tiap platform. Seperti penggunaan tagar pada X dan Instagram, serta konten yang disebarkan secara tertutup melalui fitur grup di Facebook. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas buzzer bukan sekadar fenomena spontan dari seorang individu, melainkan sebuah industri manipulasi informasi yang terstruktur. Temuan ini mengisyaratkan bahwa penanganan hukum perlu diarahkan pada aktor utama di balik jaringan buzzer, bukan hanya pelaku lapangan secara individual. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui kerja sama antara lembaga terkait dan penyedia platform media sosial, penggunaan metode pengelompokan berlandaskan data untuk mengidentifikasi jaringan terkoordinasi, serta peningkatan kompetensi digital kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap dampak penyebaran ujaran kebencian.
Al Amin, A. R., Fahmi, Muh. Y., & Bariroh, L. (2024). The Political Economy of Buzzer Actor Networks in Text Production. The Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences, 4(1), 30–44. https://doi.org/10.15642/sarpass.2024.4.1.30-44
Dharma, F. A., Hariyanto, D., & Muharram, F. (2023). Construction of Political Identity on Instagram: Unveiling the Kadrun Hashtag Movement in Indonesia’s 2024 Presidential Election. Academia Open, 8(2). https://doi.org/10.21070/acopen.8.2023.6922
Ezarfelix, J., Jeffrey, N., & Sari, N. (2022). Systematic Literature Review: Instagram Fake Account Detection Based on Machine Learning. Engineering, Mathematics and Computer Science (EMACS) Journal, 4(1), 25–31. https://doi.org/10.21512/emacsjournal.v4i1.8076
Harahap, H. R., Hidayat Sinulingga, A., Fauzi, A., Syafitri, A., & Hafiz, Nur. (2025). Studi Kasus Mengenai Misinformasi pada Media Sosial. Nomor 1 ; Januari 2025 ; Page 1102-1106, 6) Salsabilla Nasution, 7) Nabila Azri Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate. 3. https://doi.org/10.59435/gjmi.v3i1.1412
Hardianti, L. T. (2024). Literasi Digital dan Berkembangnya Hate Speech di Media Sosial dalam Pilpres 2024. Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 1(4), 61–72. https://doi.org/10.62383/filosofi.v1i4.317
Lee, S., & Gilliland, A. (2024). Evolving Definitions of Hate Speech: The Impact of a Lack of Standardized Definitions. Lecture Notes in Computer Science (Including Subseries Lecture Notes in Artificial Intelligence and Lecture Notes in Bioinformatics), 14597 LNCS, 141–156. https://doi.org/10.1007/978-3-031-57860-1_11
Lubis, A. A., Idrus, S. I. Al, Indra, Z., S, K. S., & Chairunisah, C. (2025). Klasifikasi Akun Buzzer Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor pada Tagar #STYTanpaDiasporaNol di Media Sosial X. Blend Sains Jurnal Teknik, 4(2), 248–259. https://doi.org/10.56211/blendsains.v4i2.1093
Madriaza, P., Hassan, G., Brouillette-Alarie, S., Mounchingam, A. N., Durocher-Corfa, L., Borokhovski, E., Pickup, D., & Paillé, S. (2025). Exposure to hate in online and traditional media: A systematic review and meta-analysis of the impact of this exposure on individuals and communities. In Campbell Systematic Reviews (Vol. 21, Number 1). John Wiley and Sons Inc. https://doi.org/10.1002/cl2.70018
Maulana, A., Kuswayati, S., Studi Teknik Informatika, P., & Tinggi Teknologi Bandung, S. (2021). Klasifikasi Akun Buzzer Pemilu pada Media Sosial Twitter Berdasarkan Data Tweet Menggunakan Algoritma C4.5. Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi Dan Teknik Informatika, 03 (2). https://developer.twitter.com/
Monicyara, F. L. D., Putri, K. A., & Sabri, S. (2023). Pola Komunikasi Buzzer Menyikapi Kebijakan Pemerintah Menaikan Harga BBM 2022. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 72–76. https://doi.org/10.35967/jkms.v12i1.7510
Natasya, D., & Fatah, Z. (2024). Penerapan Data Mining untuk Analisis Data Sosial Media Menggunakan Metode K-Nearest Neigbor. Volume 2 ; Nomor 10. 105–109. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i11.1049
Nurul Jannah Lailatul Fitria. (2023). Pengaruh Strategi Buzzer Dalam Amplifikasi Pesan Kepada Publik Pada Lingkungan Demokrasi Politik. Politeia: Jurnal Ilmu Politik, 15(1), 57–69. https://doi.org/10.32734/politeia.v15i1.8724
Raza, A. M., Aulia, N., & Sopian, S. (2025). The Echo Chamber Effect: Analisis Sosiologis Peran Algoritma Media Sosial dalam Pembentukan Solidaritas dan Polarisasi Kelompok di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi, 3(1), 38–52. https://doi.org/https://doi.org/10.24853/jbk.3.1.2025.38-52
Sukma, S., Sinar, T. S., Prihantoro, P., & Mahriyuni, M. (2025). Perkembangan Istilah Kata “Buzzer” di Indonesia: Pendekatan Linguistik Korpus. JLA (Jurnal Lingua Applicata), 8(1), 13. https://doi.org/10.22146/jla.96981




