Edukasi Pencegahan Filariasis pada Siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari
DOI:
https://doi.org/10.59435/gjpm.v4i2.2192Keywords:
Edukasi, Filariasis, Leaflet, Pencegahan, SiswaAbstract
Filariasis atau penyakit kaki gajah masih menjadi penyakit tropis terabaikan yang dapat menimbulkan kecacatan kronis, stigma, dan kerugian sosial. Penyuluhan berbasis sekolah penting dilakukan karena infeksi dapat terjadi sejak usia anak, sedangkan remaja berpotensi menjadi agen pencegahan di keluarga dan kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari mengenai pencegahan penyakit filariasis. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari dengan peserta 30 siswa. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi tahap perencanaan (koordinasi dengan sekolah, penyusunan leafleat yang memuat materi edukasi), pelaksananaan dan evaluasi (membandikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah menyuluhan dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24 siswa (80,0%) sebelum penyuluhan menjadi 29 siswa (96,7%) sesudah penyuluhan, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 6 siswa (20,0%) menjadi 1 siswa (3,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis leaflet yang disertai diskusi mampu meningkatkan pengetahuan awal siswa tentang pencegahan filariasis. Implikasi kegiatan adalah perlunya edukasi berulang di sekolah, penguatan perilaku menghindari gigitan nyamuk, kebersihan lingkungan, dan kolaborasi sekolah, puskesmas, serta perguruan tinggi.
References
Astriana, Y., Afni, N., Andri, M., & Yani, A. (2022). Analisis faktor risiko kejadian filariasis di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Jurnal Kolaboratif Sains, 5(1), 36-44. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/2185
Detha, R. (2022). Lymphatic filariasis control: School-based One Health initiative on the usage of local plants as alternative mosquito repellants in Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. International Journal of Community Service Learning, 6(2). https://doi.org/10.23887/ijcsl.v6i2.33887
Hasanudin, H., Syukur, D., & Novarianti, N. (2024). Pengendalian terpadu parasit filariasis di Desa Bobo dan Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), 396-406. https://www.dmi-journals.org/jai/article/view/713
Indarjo, S., Suwandono, A., Sulistiyani, S., & Shaluhiyah, Z. (2023). Filariasis vector control educational model trial to elementary school student in Pekalongan City. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(4). https://doi.org/10.15294/kemas.v18i4.42436
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil Kesehatan Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024
Latowale, B. S., Anwar, Ibrahim, A. Z., Yudit, Arjunah, Perabu, A., Poniman, Tamim, F. H., Alifa, S., Kapiso, N., Ranti, M., Putra, A., Septiani, P., Yani, A., Tasya, Z., Maranda, N., & Purnamasari, N. D. (2025). Pengaruh edukasi kesehatan tentang filariasis terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat di Desa Sibalaya Barat wilayah kerja Puskesmas Kamaipura. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(4), 1963-1970. https://doi.org/10.56338/jks.v8i4.7241
Lestyoningrum, S. D., Noveyani, A. E., Faisal, D. R., Nugraheni, W. P., Nuraini, S., Pawitaningtyas, I., & Putri, L. M. (2026). Factors associated with lymphatic filariasis in Indonesia. Clinical Epidemiology and Global Health. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2025.102277
Putri, A. N., Ponga, S. A., & Setyawati, T. (2021). Sebuah laporan kasus: Terapi pada pasien filariasis disertai dengan gejala hipertensi. Jurnal Medical Profession, 3(1), 121-129. https://jurnal.fk.untad.ac.id/index.php/medpro/article/view/813
Rakhmayana, A. S., Andriani, S., & Mufida, N. (2026). Effectiveness of Stage-of-Change-based health education in enhancing community capacity to prevent filariasis. Indonesian Journal of Global Health Research, 8(1). https://doi.org/10.37287/ijghr.v8i1.377
SIMDATA Provinsi Sulawesi Tenggara. (2024). Penderita kronis filariasis menurut kecamatan dan puskesmas Provinsi Sulawesi Tenggara, tahun 2024. https://simdata.sultraprov.go.id/detail-tabel/tabel_74_1040/2024
Wigati, R. A., Andiarsa, D., & Setyaningtyas, D. E. (2025). Diversity and density of vector for lymphatic filariasis in Buton District, South East Sulawesi Province, Indonesia. Berita Biologi, 24(3), 483-493. https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2025.3105
World Health Organization. (2024). Lymphatic filariasis. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis
World Health Organization Indonesia. (2024). Indonesia memulai tahap terakhir upaya eliminasi penyakit kaki gajah, kusta, dan frambusia. https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/10-10-2024-indonesia-launches-final-push-to-eliminate-lymphatic-filariasis--leprosy-and-yaws
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Listy Handayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










