Penguatan Pengendalian Risiko Fraud Pada Siklus Pengadaan Melalui Pendekatan Analisis Swot Dibidang Administrasi Jalan DPUPR Kabupaten Jember
Abstract
Pengadaan barang dan jasa pada Bidang Administrasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember memiliki kompleksitas yang tinggi karena melibatkan tahapan perencanaan, penyusunan dokumen teknis dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pemilihan penyedia, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, verifikasi pembayaran, hingga serah terima pekerjaan. Besarnya anggaran dan banyaknya pihak yang terlibat dalam siklus tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko fraud, seperti manipulasi spesifikasi, penggelembungan harga, konflik kepentingan, manipulasi dokumen, penyimpangan volume pekerjaan, dan ketidaksesuaian kualitas material. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko fraud serta menganalisis kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi pengendalian risiko fraud pada siklus pengadaan di Bidang Administrasi Jalan DPUPR Kabupaten Jember melalui pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, keterlibatan langsung dalam kegiatan administrasi, dokumentasi, dan identifikasi terhadap proses pengadaan serta pengendalian yang diterapkan di lingkungan Bidang Administrasi Jalan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi faktor Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats sebagai dasar penyusunan alternatif strategi penguatan pengendalian risiko fraud. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengendalian risiko fraud didukung oleh regulasi formal, struktur organisasi, pembagian tugas, serta kompetensi aparatur, tetapi masih menghadapi kelemahan berupa keterbatasan instrumen deteksi dini, beban kerja pengawasan, dan keterbatasan pengawasan teknis independen. Peluang berupa pemanfaatan e-procurement, perkembangan teknologi pengawasan, serta pendampingan akademik dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut, sedangkan tekanan penyedia dan potensi konflik kepentingan menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Strategi penguatan yang dirumuskan melalui matriks SWOT meliputi strategi SO, ST, WO, dan WT yang diarahkan pada penguatan verifikasi berjenjang, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi aparatur, pemisahan fungsi, serta penyusunan peta risiko fraud. Pendekatan SWOT dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pengendalian risiko fraud secara preventif, adaptif, dan sesuai dengan kondisi operasional Bidang Administrasi Jalan DPUPR Kabupaten Jember.
Keywords
Downloads
References
- Cahyani, E. N. (2021). Pengaruh Implementasi E-Procurement, Pengendalian Internal, dan Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang dan Jasa. Jurnal Profita: Kajian Ilmu Akuntansi.
- Dewi, C. A. P., & Sari, R. P. (2023). Implementasi Sistem E-Procurement dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Penipuan Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Jombang. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi (COSTING), 6(1).
- Fitriani, S. D., Dewata, E., & Indriasari, D. (2022). Pencegahan Penipuan Pengadaan Barang dan Jasa melalui Whistleblowing System dan Kesadaran Anti-Fraud. JAS: Jurnal Akuntansi Syariah, 6(2), 140–151.
- Francesco, I. M., & Hastuti, H. (2022). Pengaruh Penerapan E-Procurement dan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Jurnal Penelitian Akuntansi Indonesia, 2(3), 237–243.
- Ibrani, E. Y., Faisal, & Januarti, I. (2022). Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dalam Pencegahan Penipuan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Universitas Diponegoro.
- Laras, P., & Rahmawati, I. D. (2022). Pengaruh Implementasi Pengadaan Barang/Jasa melalui E-Procurement dan Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Kecurangan di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kebijakan Publik Indonesia, 20.
- Ningsih, L., Haliah, & Nirwana. (2023). Penentu Pencegahan Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Publik: Tinjauan Literatur Sistematis. Jurnal Internasional Ekonomi Sosial dan Teknologi, 2(1).
- Silalahi, S., Hanif, R. A., Supriono, S., Hariyani, E., & Wiguna, M. (2023). Faktor Penentu yang Mempengaruhi Pencegahan Penipuan dalam E-Procurement: Bukti Empiris dari Indonesia. Pemasaran Inovatif, 19(4), 199–206.
- Syafitri, S. S., & Syafdinal. (2023). Pengaruh Sistem Pengendalian Internal dan Whistleblowing System terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang dan Jasa. Pemilik: Riset dan Jurnal Akuntansi, 7(1), 866–878.
- Syalwa, M., Maria, M., & Kadarwati, S. (2023). Pencegahan Penipuan Pengadaan Barang dan Jasa pada Dinas PUPR Kota Palembang. Jurnal Riset Terapan Akuntansi.
- Wardhani, I. I., Pratami, A., & Pratama, I. (2021). E-Procurement sebagai Upaya Pencegahan Penipuan terhadap Pengadaan Barang dan Jasa di Unit Layanan Pengadaan Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 7(2), 126–139.
- Wardah, Z., Carolina, A., & Wulandari, A. (2022). Pengaruh Whistleblowing System, Pengendalian Internal, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Pencegahan Fraud. Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen.
- Yusni. (2022). Pengaruh Implementasi E-Procurement dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang/Jasa dengan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah sebagai Variabel Moderasi. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia.
Copyright (c) 2026 Fikri Zainul Mutaqin, Novita Agustin, Shofi Hardianti, Denari Dhahana Edtiyarsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.